MENJAGA AMANAH… .

Amanah berarti jujur dan dapat dipercaya. Dari kata amanah ini lahir pemahaman bahwa kejujuran akan memberi rasa aman bagi semua pihak sehingga lahir rasa saling percaya. Saat seseorang memelihara amanah sama halnya dengan menjaga harga dirinya.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada iman bagi yang tidak amanah (tidak jujur dan tak bisa dipercaya), dan tidak ada dien bagi yang tidak menepati janji.” (HR Baihaqi).

Seseorang akan berhasil dalam meniti hidup ketika dia mampu menjaga harkat dan martabat dirinya. Dan itu artinya ia cerdas mengelola amanah. Ia jujur dengan kata hatinya. Apa yang ada di hati ia ucapkan. Dan apa yang diucapkan, sudah ia pikirkan dan istiqamah untuk diamalkan.

“Jika engkau miliki empat hal, engkau tidak akan rugi dalam urusan dunia: menjaga amanah, jujur dalam berkata, berakhlak baik, dan menjaga harga diri dalam (usaha, bekerja) mencari makan.” (HR Ahmad).

Di tengah kehidupan saat ini, amanah itu sudah banyak dilupakan, hanya sebatas tulisan diatas kertas, ataupun sebatas “pengantar tidur” ditengah-tengah pengajian. Banyak orang yang tidak lagi mempedulikan amanah, menganggapnya sebagai “barang usang”.  Perilaku menyimpang terjadi dimana-mana. Kasus korupsi kolusi & nepotisme sudah sangat jamak di masyarakat. Mulai dari kalangan “elit tingkat tinggi” hingga  “masyarakat termiskin sekalipun sudah begitu enjoy, tak mau kalah melakukannya. Korupsi tidak hanya berupa uang, yang “tak kasat mata”pun juga ikut disikat, termasuk didalamnya adalah korupsi  waktu.

 Rasulullah saw mengingatkan kepada setiap muslim agar selalu menjaga amanah yang diberikan kepadanya, ”Tunaikanlah amanat terhadap orang yang mengamanatimu dan janganlah berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)Rasulullah saw menggambarkan orang-orang yang tidak memegang amanah sebagai bukan orang yang beriman dan tidak memiliki agama. Bahkan lebih jauh lagi, orang-orang yang selalu melanggar amanah digambarkan sebagai orang munafik.“Tidak beriman orang yang tidak memegang amanah dan tidak ada agama orang yang tidak menepati janji”(HR ad-Dailami)“Tanda orang munafik itu ada tiga macam: jika berbicara, ia berdusta; jika berjanji, dia mengingkari; dan jika diberi kepercayaan, dia khianat” (HR Ahmad).

Dengan memiliki sifat amanah, seseorang akan selalu bersungguh-sungguh dalam menjaga amanah yang diberikan kepadanya, sekaligus berusaha sekuat tenaga mempertanggungjawabkan apapun yang dititipkan kepadanya.

Menjaga amanah berlaku bagi semua orang. Terlebih bagi pegawai negeri yang banyak menjadi sorotan masyarakat, memikul beban yang tak kalah beratnya. Amanah yang diberikan “negara” kepadanya  harus dipertanggungjawabkan dengan kerja keras dan disiplin. Kerja keras melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Disiplin waktu kerja, baik ketika masuk pagi maupun ketika pulang disiang hari. Penyakit kronis yang selama ini banyak diderita “oknum tertentu” mulai dari “asma” (asal masuk), “kudis” (kurang disiplin), “kurap” (kurang rapi) sudah selayaknya untuk dihilangkan demi menjaga amanah.

Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat menjaga amanah yang diberikan kepada kita :

Membangun akhlak kita dengan bertanggung jawab terhadap setiap amanah. Jauhi perilaku tercela, baik berupa mark up, suap menyuap, laporan palsu / ABS, menerima komisi ataupun pemberian sebagai ucapan terimakasih, anggaran fiktif, tidak disiplin terhadap waktu kerja, titip absen, korupsi, pungutan liar (pungli) dan perilaku-perilaku curang lainnya.

Pastikan tidak ada uang haram di dalam diri kita.

Dengan perilaku ini, insya Allah, kita akan sangat bahagia, terhormat, dan rezeki kita akan dicukupi oleh Allah Swt.

“Hai orang-orang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad saw) dan janganlah kalian mengingkari amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedang kalian mengetahui” (QS Al-Anfaal: 27).

Barang siapa yang mengkhianati amanah, bukanlah dari golongan kami (H.R. Abu Dawud)

Ibnu Mas’ud ra berkata: “Yang pertama kali tercabut dari dien kalian adalah amanah, dan yang terakhir tercabut adalah sholat, akan banyak kaum yang melaksanakan sholat padahal tak ada lagi (nilai) dien
mereka -sebab mereka tidak Empat hal jika semuanya ada pada  diri seseorang, maka ia munafiq tulen, jika ada salah satunya maka dia berada dalam cabang kemunafikan sampai ia meninggalkan perbuatan berikut:

[1] Jika diamanati (dipercaya) ia khianat,  [2] jika berbicara dia berdusta, [3] kalau berjanji dia mengingkari, [4] kalau dia bertengkar dia curang (kasar, aniaya, mau menang sendiri tak mau mengikuti
kebenaran) H.R. Al Bukhary

Ingatlah tanpa amanah akan menjerumuskan seseorang kepada ciri-ciri orang munafik.

Saidina Abu Bakar pula ketika menyampaikan ucapan dasar selepas dilantik sebagai khalifah ada menyatakan:

“Kejujuran adalah suatu amanah dan kedustaan adalah suatu khianat”.

Sadarkah kita bahawa amanah pernah Allah tawarkan kepada langit dan bumi, tetapi kedua-duanya menolak, lantaran beratnya tanggungjawab menjaga amanah Allah itu serta bimbang akan mengkhianatinya.

Ibnu Hatim menceritakan bahwa Mujahid berkata apabila Allah jadikan langit dan bumi lalu dibentangkan kepada mereka amanah. Namun, kedua-duanya menolak tawaran Allah itu. Akan, tetapi apabila dijadikan Nabi Adam a.s, amanah itu ditawarkan pula kepadanya.

Nabi Adam berkata: “Apa ini, ya Tuhan?” Jawab Allah: “Ini jika kamu tunaikan dengan baik akan diganjarkan pahala, tetapi seandainya kamu cuai, kamu akan diazab”. Kemudian Nabi Adam berkata: “Aku sanggup menanggungnya”.

Surah Al-Ahzab ayat 72 :

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah (Kami) kepada langit dan bumi dan gunung-ganang (untuk memikulnya), maka mereka enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khuatir akan mengkhianatinya dan dipikul oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat suka melakukan kezaliman dan suka pula membuat perkara yang tidak patut dikerjakan”.

Surah al-Qasas ayat 36 :

“Sesungguhnya sebaik-baik orang hendak engkau ambil untuk bekerja ialah yang kuat (berkemampuan)  dan amanah (dipercayai)”.

Dalam membicarakan tentang sifat amanah ketika bekerja, seseorang pekerja wajib memenuhi kedua-dua amanah kepada Allah SWT dan amanah sesama manusia.

Akhirnya…….kita mengetahui bahwa segala bentuk penyimpangan saat ini disebabkan oleh rendahnya komitmen untuk menjaga amanah. Padahal……..menjaga amanah merupakan komponen penting di dalam kehidupan ini. Bila tidak ada amanah akan muncul saling ketidakpercayaan antara satu dan lainnya sehingga menjaga amanah adalah suatu kewajiban.

Yuk…… kita jaga amanah yang diberikan kepada kita….insya Allah.

(Diolah dari berbagai sumber)

About these ads
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: