MEMBUKA “NURANI, INDRA DAN MATA HATI” … .

Hidup manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan. Manusia sendirilah yang menentukan pilihan hidupnya. Apakah mau melangkah mengikuti jalan yang lurus atau berliku, jalan kebenaran atau kebatilan, jalan menuju keridhoan Allah atau jalan kesesatan.
Namun demikian……… keputusan Allahlah yang paling menentukan jalan hidup seseorang. Itulah yang namanya “hidayah”.. . Hidayah bisa turun kapan saja dan dimana saja….tidak melihat kaya atau miskin….tua atau muda……pejabat atau rakyat jelata. Bisa jadi hidayah turun ketika menjelang ajal atau bahkan hingga ajal terenggut pun hidayah tidak diperoleh………. .
Di samping meyakini bahwa kehendak Allah mutlak dalam memberi hidayah atau menyesatkan seseorang, kita tidak boleh melupakan bahwa Allah SWT juga bersifat Maha Adil dan Bijaksana. Maka tidak mungkin Allah SWT menyesatkan orang yang berhak mendapatkan hidayah dan tidak mungkin pula memberi hidayah kepada orang yang berhak mendapat kesesatan. Tetapi siapakah yang mereka yang dikendaki oleh Allah mendapatkan kesesatan, dan siapa pula mereka yang dikendaki-Nya untuk mendapatkan hidayah?
Orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan hidayah adalah mereka yang membuka hatinya kepada hidayah Allah………..mereka yang membuka akal dan pikirannya kepada kebenaran, mengakui suatu kebenaran, yang menerima kebenaran dengan ikhlas dan jujur, dan tunduk kepada agama-Nya dengan penuh ketaatan dan penyerahan. Mereka inilah yang akan ditolong oleh Allah untuk mendapatkan hidayah……mereka inilah yang akan ditambah keimanan dan petunjuk di dalam kehidupan ini.
Allah berfirman :
“Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.” (QS Muhammad :17)
Nah orang-orang yang dikehendaki Allah SWT untuk mendapatkan kesesatan, adalah mereka yang lari dari kebenaran, tidak mengakui ataupun menolak kebenaran, mencela sunah-sunah Rosul, gemar melakukan bid’ah, berpaling dari petunjuk dan menutup semua pintu yang ada dalam dirinya untuk masuknya hidayah. Mereka “tuli nuraninya”, “bisu indranya” dan “buta mata hatinya”.  Kalau mereka mengingkari kebenaran dari Allah maka bagaimana Allah akan memberi hidayah kepada mereka.
Kita lihat dengan kondisi saat ini…..ketika seseorang mengupayakan suatu kebenaran entah itu ucapan atau perbuatan justru mendapat cibiran, cemoohan, umpatan…….dianggap hal basi yang sudah seharusnya dimasukkan ke tong sampah……..tampak begitu banyak orang yang dengan mudahnya menolak suatu kebenaran, hilang rasa kejujuran dengan lebih memberatkan kepentingan duniawi………. tidak peduli terhadap perintah Allah (berarti: buruk kelakukan, jahat, berdosa besar)………. begitu banyak orang yang percaya kepada Allah SWT tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa adalah hal biasa………masya Allah.
Allah SWT berfirman :
“Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al Baqarah : 264)
“Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. Al Maidah : 108)
“Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al Baqarah : 258)
Semoga kita kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang “tuli nuraninya”, “bisu indranya” dan “buta mata hatinya”  karena mereka adalah orang-orang kafir, fasik dan zalim yang tidak akan mendapat petunjuk dari Allah SWT.
Yuk kita buka “nurani, indra dan mata hati” kita untuk mendapat hidayah Allah SWT… .
 (Dirangkum dari berbagai sumber)
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: